Langkahku Menuju Prestasi Dunia
Nama lahirku adalah M. Ahdal’ula Rayhanfasya dan teman-teman biasa memanggilku Pasha. Saat ini aku duduk di kelas 4 SDPN Sabang, Bandung. Aku ikut eskul drumband sejak kelas 3 SD. Nama drumband tempat aku bermain adalah Sabang Junior Drumband Corps.
Ketika aku mendengar sekolahku mendapat undangan untuk tampil di Malaysia pada acara Kuala Lumpur World Marching Band Competition (KLWMBC), waduh tak terkira betapa senangnya hatiku. Aku berlatih giat agar bisa tampil dengan bagus dan tidak memalukan. Tom drum, perkusi, yang aku pegang kupukul dengan semangat mengikuti irama lagu. Selama hampir tiga bulan kami dilatih terus menerus. Meski capai tapi aku senang.
Hari yang ditunggu akhirnya datang. Pada hari Senin tanggal 10 Desember 2007 pukul 12.00 tengah malam, aku dan teman-teman yang terbagi dalam 2 kloter pergi ke Jakarta dengan bis. Sesampainya di Jakarta pada pukul 03.00 dinihari, tim drumband menurunkan barang dan mengeceknya kembali. Setelah lengkap, troli dijejer rapi dan pukul 04.00 kami disediakan makan oleh panitia di restoran cepat saji.
Setelah makan, kloterku yaitu kloter1 berbaris untuk memasukkan barang dan check in. Kemudian semua anggota kloter 1 mengambil paspor untuk dicap di imigrasi terus berjalan menuju ruang tunggu. Semua anggota berkumpul di ruang tunggu sambil menunggu pengumuman kapan naik pesawat. Pada pukul 06.25 terdengar dari pengeras suara “ Perhatian, para penumpang AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 6502 harap menuju pesawat dari bawah karena kami tidak bisa menggunakan lorong”. Kami bergegas menuju pesawat dan aku lihat semua tim kloter 1 lengkap di dalam pesawat. Kemudian pesawat perlahan didorong dan mulus melewati taxiway dan segera lepas landas.
Pada pukul 09.30, pesawat dengan mulus mendarat di bandara LCCT, Kuala Lumpur, Malaysia. Kami semua turun dan mengambil barang dan menunggu kloter 2 datang dengan penerbangan berikutnya yang berselisih sekitar 3 jam. Setelah kloter 2 tiba, kloter 1 dan kloter 2 masuk ke dalam bis yang disediakan panitia Malaysia dan diantar menuju International Youth Center, tempat kami menginap. Rombongan langsung menuju kamar masing-masing dan masing-masing kamar isinya 11 orang. Aku menempati kamar 206 dan segera berbaring lemas di kasur karena kelelahan. Setelah agak siang, kami makan dan melanjutkan istirahat. Pada sore harinya, semua anak laki-laki main kucing-kucingan sampai menjelang malam untuk kemudian tidur.
Esok pagi harinya (hari ke-2), karena aku tidak ikut lomba parade maka aku hanya menonton teman-temanku berlatih di halaman. Di sore hari kami berangkat menuju tempat pembukaan dan perlombaan parade diadakan, yaitu Dataran Merdeka. Kata teman ayahku, Dataran Merdeka itu seperti monasnya Indonesia, tapi ada perbedaan dengan Indonesia yaitu betapa bersih dan rapinya tempat itu. Aku menonton sampai pukul 23.00 dan tertidur di kursi penonton sampai dibangunkan bundaku.
Hari ke-3 tim drumband menghabiskan waktu jalan-jalan ke Central Market dan KLCC untuk melihat Petronas, yang menjulang tinggi dan pernah menjadi tower tertinggi dunia sebelum dikalahkan, serta pertokoan di dalamnya. Aku dan teman-teman melihat-lihat toko dan satu yang sangat menarik untukku adalah Petrosains. Sayang kami tidak bisa masuk karena antriannya sangat panjang dan lama, bisa membuat waktu habis karena kami harus menghadiri undangan dari kedutaan. Kami memutuskan untuk melihat galeri Petronas saja. Aku, Bunda dan tiga orang temanku melihat galeri dan setelah selesai kami menuju lokasi tempat lift naik ke lantai dimana jembatan dua tower Petronas terhubung. Sayang, kami tidak bisa naik karena tiket gratis untuk naik sudah habis dipesan sejak pagi. Jadi kami melihat-lihat ruang pamer yang menampilkan video sejarah pembuatan petronas, komputer cara mendisain gedung petronas, membandingkan tinggi tubuhku terhadap bangunan tinggi di dunia termasuk petronas, serta melihat terjadinya petir. Menarik sekali mengunjungi petronas. Dari KLCC, kami diundang kedutaan besar Indonesia di Malaysia dan disediakan makanan Indonesia. Aku dan teman-teman kangen sekali makanan Indonesia. Dari kedutaan, kami menuju Stadium Merdeka untuk melihat kakak dari Jabar Drum Corps berlomba untuk kemudian masuk final pada hari Sabtu (hari ke-5). Kami pulang pukul 00.00 dan tidur.
Hari ke-4, anggota Junior Corps pergi menuju Stadium Merdeka untuk latihan sambil mencoba lapangan. Kami berlatih dari pukul 09.30 sampai pukul 10.00 disusul tim dari Kalimantan Timur. Kami kemudian kembali ke penginapan untuk mempersiapkan semua keperluan lomba yang akan diadakan malam harinya. Ketika kami turun ke lapangan tempat berlomba pada pukul 22.00, aku lihat tim Thailand sedang tampil untuk kemudian disusul tim Sabang Junior Drumband Corps yang tampil dihadapan penonton. Di akhir acara, tim Sabang diminta untuk tampil di final sebagai tim kehormatan. Kami bangga karena tidak ada junior selain tim kami yang tampil di kompetisi ini.
Esok paginya di hari ke-5 , aku dan bunda menghabiskan waktu keliling-keliling dengan monorail dari satu station ke station lainnya, sampai akhirnya ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA).
Menjelang sore, kami mempersiapkan peralatan untuk tampil di Final. Kakak Jabar Drumband Corps tampil di final pada urutan ke-8 dan Sabang Junior Drumband Corps terakhir karena merupakan tim kehormatan sebagai penutup acara. Sabang menempati posisi ke-6 dari semua tim yang berlaga dan memperoleh penghargaan The Best Junior Drum Band Competition. Dari Indonesia, kakak Jabar masuk nomor 4 dan Kaltim ke-2. Setelah semua kemeriahan selesai pada pukul 23.00 kami pulang dan tidur.
Esoknya pada pukul 04.00, kami pulang menuju bandara LCCT dengan bis yang sama. Lalu memasukkan barang seperti di Jakarta dan boleh mencari sarapan. Setelah selesai kami mengeluarkan paspor untuk di cap imigrasi dan menuju ruang tunggu. Pada pukul 06.00 pesawat AirAsia QZ 6503 take off ke Jakarta dengan selamat dan mendarat mulus pada pukul 09.30. Kami kemudian mengambil, mengecek dan menuju bis. Di dalam bis kami diberi makan dan meluncur ke SDPN Sabang. Tamat



Recent Comments